Jejak Perseteruan Luhut vs Haris Azhar dan Upaya Pembuktiannya di Pengadilan
Luhut dan Haris.(law-justice/Reka)

Jejak Perseteruan Luhut vs Haris Azhar dan Upaya Pembuktiannya di Pengadilan

Perseteruan antara Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan aktivis hak asasi manusia Haris Azhar terus berlanjut.Luhut melaporkan Haris dan koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik.

Laporan tersebut merupakan buntut dari video yang diunggah di akun YouTube dengan judul “Hubungan Ekonomi Intanjaya-Tuan Luhut Dibalik Operasi Militer!! Jendral Wina Juga Ada!!” Berisi percakapan antara Haris dan Fatia.

Pada Senin (22/11), Haris melakukan pemanggilan penyidik ​​di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan seperti dilansir saksi mata.

Peninjauan kembali dilakukan setelah mediasi antara Luhut, Harris dan Patia yang dijadwalkan Senin (15/11) gagal. Pasalnya, Haris dan Fatia tidak hadir dalam agenda mediasi.

Selama masa penjurian, Haris memaparkan akun YouTube yang berisi unggahan video yang menjadi dasar laporan Luhut.

Ia pun menjelaskan tujuan dan nama akun YouTube tersebut. Terakhir, ia juga menjelaskan isi video YouTube yang dilansir LBP.

Dia mengatakan Senin (22/11) “Saya menjelaskannya seperti dalam materi YouTube. Situasi di Papua juga berkorelasi dengan kepentingan publik yang lebih luas.”

Usai diinterogasi, Harris mengaku siap melepas semua bukti di persidangan jika kasusnya dibawa ke pengadilan.

Bahkan, Harris mengaku mendapat tambahan dokumen pendukung setelah kasus Perseteruan itu terungkap.

“Kalau ditanya siap ke pengadilan, saya siap di mana pun yang Tuhan kehendaki, karena saya tidak bersumpah. Saya berbicara di YouTube, dan saya membuat acara di YouTube. Saya merujuk ke materi.”

Artikel Menarik Lainnya :  Sidang perdana kasus narkoba Nia Ramadhani-Ardi Bakrie digelar hari ini

Apalagi, Haris mengatakan tanggapan Luhut atas ketidakhadiran Luhut dalam agenda mediasi terlalu berlebihan. Selain itu, dia dan Patia melaporkan ketidakhadiran mereka ke polisi.

“Saya tidak pernah datang, dan pengeras suara terlalu keras. Tetapi ketika orang lain tidak datang, mereka tidak datang dua kali dalam proses mediasi, mereka hanya istirahat,” kata Haris.

Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa Haris dan Fatia menunggu untuk bertemu di pengadilan setelah tidak menghadiri arbitrase.

“Ya (sampai jumpa di pengadilan). Kami belajar dari waktu ke waktu jika kami berani bertanggung jawab,” kata Luhut, Senin (15/11).

Kuasa hukum Luhut saat itu, Juniver Girsang, juga mengatakan para pihak akan segera mengajukan gugatan perdata setelah mediasi gagal.

Juniver mengatakan, “Tidak ada tempat pertemuan untuk mediasi, dan proses hukum sedang berlangsung. Kami berencana untuk mengajukan gugatan perdata segera.”

 

Check Also

Membobol Dukcapil Daerah, Untuk Kartu Prakerja, 4 Tersangka Dapat Rp 18 Miliar

Membobol Dukcapil Daerah, Untuk Kartu Prakerja, 4 Tersangka Dapat Rp 18 Miliar

Serikat penipu menggunakan data populasi secara ilegal untuk berpartisipasi dalam kartu prakerja. Dalam sebulan, keuntungannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *