Tips Memanagement Uang Saat Upah Minimum Tidak Naik
Kredit Foto.(Tirto/Reka)

Tips Memanagement Keuangan Saat Upah Minimum Tidak Naik

Tips Memanagement Uang Saat Upah Minimum Tidak Naik Pemerintah memutuskan menaikkan upah minimum provinsi (UMP) rata-rata hanya 1,09 persen. Kenaikan upah minimum ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia Kementerian Tenaga Kerja Indus, Anggoro Putri, mengatakan kenaikan upah tidak akan menjamin kenaikan upah minimum secara serentak tahun depan. Sebab, upah minimum akan ditentukan oleh masing-masing kepala daerah.

Selain itu, di beberapa daerah tidak ada kenaikan upah minimum karena diyakini telah mencapai batas atas norma yang ditetapkan. Ini termasuk provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Bahkan, beberapa daerah seperti Jakarta memiliki upah minimum tertinggi di Rs 4,4 juta. Sementara itu, Jawa Tengah memiliki upah minimum terendah yaitu Rp 1,81 juta.

Serikat pekerja menganggap upah minimum tahun ini sangat rendah dari yang mereka inginkan. Menurut perhitungan mereka, dengan menggunakan indikator kehidupan layak (LHK), upah seharusnya naik 7-10 persen.

Namun, keputusan telah dibuat, dan upah minimum akan tetap sama tahun depan. Lalu bagaimana cara mengelola keuangan saat gaji tidak naik?

1. Kelola pengeluaran

Eco Endarto, financial planner di Finansia Consulting, mengatakan keberhasilan dalam pengelolaan keuangan tidak tergantung pada jumlah pendapatan yang diterima. Sebaliknya, ini tentang bagaimana mengontrol pengeluaran Anda.

Dengan mengelola pengeluaran, Anda dapat menentukan jenis pengeluaran apa yang harus Anda kelola. Menurutnya, tiga hal yang dapat didefinisikan dalam manajemen biaya: kewajiban, kebutuhan dan keinginan.

Artikel Menarik Lainnya :  Membuat Anggaran rumah untuk Tahun Baru

Kewajiban adalah pengeluaran yang tidak dapat diganti seperti pendidikan anak. Karena kalau pendidikan anak tidak dibayar, anak kita tidak bisa sekolah,” kata Eco kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/11).

Kemudian kebutuhan adalah pengeluaran yang tidak dapat ditunda tetapi masih dapat diperoleh kembali. Ia mencontohkan, makan yang merupakan kebutuhan tidak bisa ditunda, tetapi jenis makannya bisa disepakati.

Sedangkan keinginan menjadi sesuatu yang dapat diatur menurut bagian masing-masing orang.

2. Rumus keuangan

Setiap daerah tentunya memiliki tingkat upah yang berbeda-beda, tergantung keputusan gubernur dan masing-masing pimpinan daerah. Namun, setiap orang dapat mengelola keuangannya dengan baik agar tidak melebihi kemungkinan yang ada.

Eco mengatakan rumusan pengelolaan keuangan yang alot itu mencakup 30 persen untuk memenuhi kewajiban seperti membayar pendidikan anak, melunasi utang, dan sebagainya.

20 persen tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi investasi dan proteksi, seperti tabungan di reksa dana dan membeli asuransi kesehatan dan properti. Sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Selebihnya 50 persen dibagi lagi, salah satunya diprioritaskan untuk biaya hidup bulanan atau bahkan untuk Asisten Rumah Tangga (ART),” katanya.

Bagi Anda yang masih lajang, menurut Eco, rumus keuangan tidak jauh berbeda dengan rumus mereka yang sudah menikah.

3. Apa yang harus dihindari?

Saat mengelola keuangan, Eco percaya bahwa seseorang atau keluarga harus memperhatikan skala prioritas, memisahkan jenis pengeluaran bulanan yang disebutkan. Dia kemudian menekankan perlunya melakukan apa yang disepakati di antara para pihak.

Selain itu, di era pandemi, dorongan untuk berbelanja online melalui marketplace atau e-commerce harus dihindari.

“Sekarang toko yang datang, bukan kita,” katanya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya manajemen biaya untuk menghindari membeli barang atau barang yang tidak dibutuhkan.

Artikel Menarik Lainnya :  BI : Transaksi QRIS Naik 163% Menjadi Rp2,3 T

4. Pinjaman Online. Jadi solusinya?

Ketika upah minimum tidak naik seperti tahun ini, mungkin ada orang yang memanfaatkan kemudahan teknologi untuk pinjam uang secara online melalui pinjaman online (Pinjol).

Namun, Eko tidak menyarankan untuk mengambil pinjaman melalui fintech atau meminjam hanya untuk memenuhi kebutuhan. Karena pinjaman online tidak akan menyelesaikan masalah keuangan, tetapi akan menambah kewajiban membayar bunga utang.

“Tidak, tidak apa-apa, karena meminjam berarti menambah kewajiban, jadi nanti membebaninya lagi. Lebih baik mencoba mencari penghasilan tambahan, yang sebenarnya lebih baik,” jelasnya.

5. Mencari penghasilan tambahan

Lebih masuk akal untuk menambah sumber penghasilan daripada menambah beban melalui pinjaman online. Eco mengatakan ada berbagai cara untuk meningkatkan pendapatan.

“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan, seperti hobi dan pengalaman,” ujarnya.

Ia mencontohkan seseorang yang hobi berkebun, hobinya itu bisa ia ubah menjadi bisnis menanam tanaman. Jadi, berkebun bisa menambah penghasilan Anda. Namun perlu diingat bahwa bisnis membutuhkan waktu dan proses.

Bagi Anda yang hobi makan, Eco mengatakan bahwa hobi ini bisa dikomersialkan untuk menghasilkan pendapatan, seperti berjualan makanan.

Maka keahlian tersebut tentunya bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan baru. Misalnya, seseorang yang ahli dalam melukis dapat menggunakan pengalamannya untuk membuka layanan pengecatan patung mobil.

Di sisi lain, investasi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kekayaan jangka panjang daripada untuk meningkatkan pendapatan jangka pendek. Hal ini karena berinvestasi dalam berbagai bentuk seperti reksa dana, saham dan emas membutuhkan waktu dan proses yang panjang.

“Situasinya berbeda dengan pedagang saham, secara teoritis bisa (meningkatkan pendapatan), tetapi dalam praktiknya tidak semua orang bisa menggunakan cara ini, karena membutuhkan keterampilan tertentu,” pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kominfo tentang pelunasan pinjaman ilegal: Tidak perlu

Check Also

BI : Transaksi QRIS Naik 163% Menjadi Rp2,3 T

BI : Transaksi QRIS Naik 163% Menjadi Rp2,3 T

Bank Indonesia (BI) Retno Ponco Windarti, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, mengatakan transaksi QRIS meningkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *