Sri Mulyani: Indonesia Membutuhkan Dana Rp 3.834 Guna Mencapai Target NDC
Mentri Keuangan/Sri Mulyani.(CNBC/Reka)

Sri Mulyani: Indonesia Membutuhkan Dana Rp 3.834 Guna Mencapai Target NDC

Menteri Keuangan Sri Mulyani membutuhkan US$270 miliar atau senilai Rp3.834 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.200 per US$) untuk mitigasi perubahan iklim sesuai target kontribusi nasional Indonesia (NDC).

“Kami sampaikan penurunan NDC sebesar 29% akan membutuhkan hampir US$279 miliar,” kata Sri Muryani dalam webinar.

Ia  mengatakan anggaran Indonesia tidak cukup untuk menutupi biaya tersebut. Untuk itu, Indonesia membutuhkan partisipasi global.

Menurutnya, instrumen sukuk hijau yang sebelumnya diharapkan dapat mendukung pembiayaan terkait perubahan iklim, belum sepenuhnya bermanfaat. Dia mengatakan suku hijau tidak cukup kompetitif di pasar.

“Dalam banyak situasi, Green Sukuk tidak menawarkan yang lebih baik dan tidak kompetitif,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahashir Nazara mengatakan Indonesia membutuhkan dana sekitar Rp3.779 triliun untuk mitigasi perubahan iklim sejalan dengan tujuan NDC. Pendanaan akan dibutuhkan selama periode 2020-2030.

Suahashir mengatakan, perkiraan kebutuhan dana didasarkan pada Roadmap NDC Mitigasi Indonesia dan referensi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Referensi dibuat dengan menggunakan pendekatan biaya dari aksi mitigasi.

Dari hasil referensi tersebut, pemerintah memperoleh angka kebutuhan dana dalam rangka mitigasi perubahan iklim mencapai Rp 343,6 triliun.

Ia mengatakan Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement atau Perjanjian Paris yang memiliki komitmen kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) pada tahun 2016.

Artikel Menarik Lainnya :  Sri Mulyani memastikan tidak semua ruang kantor akan dikenakan pajak

Berdasarkan dokumen NDC, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% melalui kapasitasnya sendiri dan 41% melalui dukungan internasional pada tahun 2030.

Secara spesifik, kebutuhan dana mitigasi perubahan iklim menurut sektor meliputi sektor kehutanan Rp 93,28 triliun, energi dan transportasi Rp 3.500 triliun, IPPU Rp 0,92 triliun, sampah Rp 181,4 triliun, dan Rp. 4,04 triliun.

Check Also

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahadja Purnama alias Ahok mengatakan banyak kontrak bisnis Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *