Mengejutkan !! Tagihan Klaim Pasien Covid-19 di Indonesia Hampir Rp 100 T di Tahun 2021
Tenaga Kesehatan Dengan APD.(BBC/Reka)

Mengejutkan !! Tagihan Klaim Pasien Covid-19 di Indonesia Hampir Rp 100 T di Tahun 2021

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut jumlah Tagihan Pasien Covid-19 di Indonesia sudah mencapai hampir Rp 100 triliun. Ini adalah data yang disampaikan kepada pemerintah sebelum awal November 2021.

Rofianto Kurniawan, Direktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Keuangan, mengatakan dana tersebut diterima untuk pengobatan sekitar 700.000 pasien. Setiap pasien membutuhkan dana sekitar 70 juta rupiah.

“Kebutuhan dananya tidak murah karena satu pasien COVID-19 menelan biaya sekitar Rp 70 juta. Rekening yang masuk ke Kementerian Keuangan sangat besar, biayanya sudah puluhan triliun, mendekati 100 triliun rupiah pada 2021,” kata Rofianto dalam konferensi tersebut. Webinar Pengelolaan Keuangan Publik Pandemi, Kamis (18/11).

Ia mengatakan pembayaran klaim pasien COVID-19 sepenuhnya masuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021. Dalam PEN tahun 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp214,95 triliun.

Sementara itu, per 15 November 2021, realisasi pemanfaatan anggaran kesehatan dalam PEN 2021 mencapai Rp 129,3 triliun. Pelaksanaannya setara dengan 60,1 persen dari pagu.

Selain untuk pembayaran klaim asuransi pasien COVID-19, dana PEN 2021 juga akan digunakan untuk program vaksinasi yang mencapai Rp 26,6 triliun atau 46,1 persen dari pagu. Dana vaksinasi sebenarnya digunakan untuk pengadaan dan distribusi.

Dana Tagihan Pasien Covid-19 kemudian juga digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan mencapai Rs 14,47 triliun atau 76,4 persen dari pagu, dan program diagnostik seperti testing dan tracking mencapai Rs 3,09 triliun atau 68,7 persen dari pagu.

Artikel Menarik Lainnya :  Bank Indonesia : Transaksi antar bank yang bijak masih bisa turun dari Rs 2.500

Check Also

BI : Transaksi QRIS Naik 163% Menjadi Rp2,3 T

BI : Transaksi QRIS Naik 163% Menjadi Rp2,3 T

Bank Indonesia (BI) Retno Ponco Windarti, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, mengatakan transaksi QRIS meningkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *