Stok batubara capai ARB, minibank mulai keruk keuntungan
Ilustrasi Tambang Batubara(Ekonomi/Reka)

Stok batubara capai ARB, minibank mulai keruk keuntungan

Sebanyak dua saham mini bank yang diterbitkan (modal inti kurang dari Rp6 triliun) seperti PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencapai top gain pada akhir perdagangan hari ini (15 November 2021).
Sementara dua saham batu bara, seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), menjadi saham top loser.

Indeks Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan hari pertama pekan ini.

IHSG turun 0,53% menjadi 6.616,03 pada akhir sesi perdagangan kedua Senin (15/11).

Menurut data BEI, 186 saham naik, 356 saham turun, 134 saham stagnan, nilai perdagangan mencapai Rp 11,99 triliun dan volume perdagangan mencapai 22,98 miliar saham.

Investor asing di pasar saham meninggalkan Indonesia dengan mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp604,47 miliar di pasar reguler. Sementara itu, asing mencatat penjualan bersih Rp 74 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Berikut lima saham top winner dan loser Sesi II hari ini (15/11).

Pemenang teratas

  1. Totalindo Eka Persada (TOPS), + 34,00% saham, Rp 67, transaksi Rp 59,1 M
  2. Neo Commerce Bank (BBYB), + 20,85%, Rp 1.855, Transaksi Rp 802,6 M
  3. Bank Jtrust Indonesia (BCIC), + 20,69%, Rp 280, Transaksi Rp 47,3 M
  4. Transportasi dan Infrastruktur Indonesia (IATA), + 19,67%, Rp 73, Transaksi Rp 136,5 M
  5. Berkah Beton Sadaya (BEBS), + 9,97%, Rp 3.310, Transaksi Rp 113,2 M

Pecundang teratas

  1. Indo Tambangraya Megah (ITMG), Saham-6,98%, Rp 19.325, Transaksi Rp 258,9 M
  2. Indica Energy (INDY), -6,92%, Rupiah 1.615, Trading Rupiah 119,1 M
  3. Agro Yasa Lestari (AYLS), -6.67%, Rp 252, Transaksi Rp 45,7 M
  4. Bumi Citra Permai (BCIP), -6,45%, Rp 87, Transaksi Rp 48,1 M
  5. Logindo Samudramakmur (LEAD), -6,25%, Rp 60, transaksi Rp 13,5 M
Artikel Menarik Lainnya :  Mengembangkan peluang bisnis untuk Anda sendiri

Saham BBYB melonjak 20,85% menjadi Rp 1.855 per saham, terus naik selama dua hari terakhir. Saham BBYB naik 18,91% dalam seminggu dan 51,43% dalam sebulan.

Setelah itu, saham BCIC turun 20,69% menjadi Rp 280/saham setelah jatuh selama 4 hari berturut-turut.

Kenaikan saham di dua minibank tersebut sejalan dengan penguatan saham di belasan minibank lainnya hari ini.

Berbeda dengan nasib, saham ITMG telah jatuh ke batas bawah otomatis penolakan (ARB) sebesar 6,98% dan terus menurun dalam tiga hari terakhir. Akibatnya, saham ITMG turun 14,59% dalam seminggu dan anjlok 25,67% bulan lalu.

Saham INDY $3 juga menembus batas ARB 6,92% setelah kalah selama tiga hari berturut-turut. Saham INDY turun sebesar 9,01% dalam satu minggu, namun turun menjadi minus 29,17% dalam satu bulan.

Pelemahan saham ITMG dan INDY hari ini berbarengan dengan modifikasi puluhan saham batubara lainnya. Hal ini terjadi di tengah sentimen negatif belakangan ini terhadap sektor batubara terkait hasil KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia beberapa waktu lalu.

Dalam draft kesepakatan KTT Iklim, sekitar 200 negara sepakat untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil di masa depan.

Perjanjian tersebut juga bertujuan agar batu bara menjadi “apokaliptik.” Awalnya, disepakati untuk secara berkala “menghapus” pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).

Namun, India, yang didukung oleh China, muncul di menit akhir pertemuan dan menolak kata “penghapusan.” Negara-negara melobi sampai frasa berubah menjadi “berkurang secara bertahap.”

India mengajukan petisi KTT, dengan alasan bahwa negara-negara harus dipanggil untuk “mengurangi” batu bara daripada “menghilangkan” itu. Hal ini terkait dengan karakteristik sosial, politik dan ekonomi yang sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.

Artikel Menarik Lainnya :  Bagaimana membangun bisnis kecil kamu lebih unggul dan kompetitif

Negara berkembang masih membutuhkan batubara. India, misalnya, sangat bergantung pada batu bara dan menggunakan 70% energi fosilnya untuk produksi energi dalam negeri.

Check Also

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahadja Purnama alias Ahok mengatakan banyak kontrak bisnis Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *