Sri Mulyani memberi sinyal ada yang salah di Indonesia, ada apa?
Sri Mulyani.(Suara/Reka)

Sri Mulyani memberi sinyal ada yang salah di Indonesia, ada apa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai merasa ada yang tidak beres di Indonesia. Sri Mulyani cukup khawatir ketika kasus aktif Covid-19 meningkat, namun di saat yang sama, mobilitas masyarakat di Indonesia sudah kembali normal.
Sri Mulyani menjelaskan, saat ini kasus aktif di berbagai negara masih menunjukkan tren peningkatan. Setelah infeksi varian delta di Inggris, pasien aktif terinfeksi virus corona mencapai 30 ribu orang.

Begitu juga di Rusia yang kini memuncak lagi, seperti yang dikatakan Sri Mulyani. Kasus aktif melonjak lagi pada September 2021, meskipun Spanyol terkendali.

Prancis mengalami hal yang sama, kasus aktif kembali meningkat di negara berlambang Menara Eiffel. Bahkan Italia, yang baru-baru ini menjadi tuan rumah Kepresidenan G20, mengalami peningkatan.

Selain itu, Belgia, Jerman, dan Amerika Serikat juga mengalami peningkatan kasus yang signifikan.

“Kita (Indonesia) hari ini baik-baik saja, tapi jangan cepat puas. Harus ekstra hati-hati mendekati libur natal dan tahun baru. Karena setiap ada kenaikan (dari negara lain) pasti ada penurunan (dampak). ) pada komunitas dan ekonomi,” kata CEO Networking pada tahun 2021.

Sementara Indonesia saat ini cenderung, Sri Mulyani ingin masyarakat tetap waspada. Apalagi, warga dari seluruh dunia mulai melakukan perjalanan kembali.

“Apalagi masyarakat dunia mulai mobile lagi, mulai terbang kemana-mana, mulai bepergian antar negara. Artinya ada mutasi dan kemungkinan kontaminasi yang masih kita waspadai,” ujarnya.

Ditambah lagi, pemerintah kini melihat mobilitas masyarakat di Indonesia masih sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Artikel Menarik Lainnya :  Perencanaan sumber daya perusahaan

Sri Mulyani menjelaskan, pada triwulan III 2021, khususnya Oktober 2021, mobilitas masyarakat sudah melampaui situasi sebelum pandemi Covid-19 pada Februari 2020.

“Mobilitas masyarakat kita sudah kembali sebelum wabah Covid-19, terutama di retail, rekreasi, grosir, dll, bahkan sangat cepat (tinggi),” ujarnya.

Meski begitu, Sri Mulyani mengaku pemerintah akan terus mewaspadai kasus wabah Covid-19 di Tanah Air. “Kami selalu mengadakan pertemuan setiap minggu untuk melihat kasus Covid. Termasuk meningkatkan vaksin yang kami buat.”

Pada kesempatan yang sama, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan pemerintah berkomitmen menerapkan kebijakan rem dan gas untuk mendukung efektivitas perang melawan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah tes dan pemantauan, meski kasus COVID-19 saat ini miring. Hal ini menunjukkan sifat waspada terhadap berbagai kondisi.

“Meskipun Covid-19 telah melambat, kita harus tetap waspada selama libur Nataru agar situasi dengan penanganan COVID-19 tidak meningkat,” katanya.

Check Also

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahadja Purnama alias Ahok mengatakan banyak kontrak bisnis Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *