Cara Erick Thohir Potong Utang Garuda Rp 139 Triliun
Erick Thohir.(Tempo/Reka)

Cara Erick Thohir Potong Utang Garuda Rp 139 Triliun

Menteri BUMN Erick Thohir berusaha merestrukturisasi utang sebagai langkah menyelamatkan Garuda Indonesia.

Namun, jika diputuskan bahwa bisnis tidak berjalan dengan baik, kebangkrutan adalah pilihan terakhir. Sejauh ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki utang sebesar US$9,8 miliar atau Rp 139 triliun.

Berikut upaya Erick Thohir melunasi utang Garuda Indonesia sebesar Rp 139 triliun yang dirangkum Okezone pada Sabtu (13/11/2021).

  • Erick Akui Garuda Indonesia Gagal Bisnis Saat ini Garuda dibebani bisnis dan keuangan karena utang yang tinggi. “Khusus Garuda, itu kesalahan yang tidak kami maksudkan, tapi kami benar-benar ingin menjadi bagian dari apa yang harus kami pelajari,” kata Erick kepada IDX Channel, Kamis (16). /9/2021).

 

  • Kesepakatan dengan Beberapa BUMN Terkait restrukturisasi, Garuda telah mendapat persetujuan restrukturisasi utang jangka panjang. Saat ini, pemerintah telah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah BUMN dengan durasi rata-rata tiga tahun. Kesepakatan tersebut dilakukan dengan PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) dan Perusahaan Umum Penyelenggara Jasa Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI).

 

  • Perubahan Model Bisnis Terkait perubahan model bisnis, Erick mengatakan Garuda akan fokus pada penerbangan domestik. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan potensi ceruk pasar domestik. Selain fokus pada penerbangan domestik, Garuda juga akan memperkuat bisnis kargo.

 

  • Kerjasama dengan Emirates PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan dari Dubai, Emirates. Menteri BUMN Erick Thohir mencatat kerja sama tersebut bertujuan agar Garuda Indonesia dapat fokus pada bisnis penerbangan domestik. Lebih lanjut, perjanjian codeshare menegaskan bahwa pelanggan Garuda dapat terus mengeksplorasi rute internasional melalui maskapai Emirates.
Artikel Menarik Lainnya :  Dampak kurangnya harga diri pada bisnis yang profesional

 

  • Garuda tetap memiliki nilai di mata pelanggannya, berkat kerjasama codeshare dengan Emirates yang beroperasi di rute internasional. Hal ini diharapkan berdampak positif dalam mendukung orientasi baru Garuda untuk lebih fokus pada layanan domestik. “Akhirnya kita tidak bisa diam bukan? Bisnis dan solusi harus dipikirkan. Termasuk mengembangkan strategi dan fokus baru untuk penerbangan domestik Garuda,” kata Erick.

 

  • Potensi yang Dinilai Data penerbangan masih didominasi penumpang domestik. Tercatat 78 persen penumpang menggunakan pesawat untuk melakukan perjalanan antar pulau, dengan perkiraan omzet Rp 1400 triliun. “Lagipula kalau kita lihat data pra-Covid, 78% wisman, sisanya wisman. 78% omzetnya Rp 1.400 triliun. Jadi nanti kita hanya fokus pada penerbangan domestik saja, untuk bisnis ini. perubahan model,” katanya.

 

  • Manajemen Pengurangan Biaya Sewa Pesawat Udara juga diperlukan untuk melakukan perencanaan pembiayaan sewa pesawat. Erick mencatat, charter pesawat Garuda mencapai 28%, atau tertinggi di dunia. Ini adalah alasan lain mengapa emiten menanggung beban keuangan. “Jadi kita fokus negosiasi dengan lessor dan kategorikan ada dua, klasifikasi korupsi sesuai temuan KPK, dll, kita tidak mau negosiasi kita melemah.

Check Also

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Basuki Tjahadja Purnama Marah, Kontrak Bisnis Banyak Yang Merugikan BUMN

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahadja Purnama alias Ahok mengatakan banyak kontrak bisnis Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *