sudirno

Sudirno, Ahli Grafis Gambar Koin Rupiah Yang Menetap Sederhana

Sekilas tidak ada yg akbar mulai raut badan Sudirno. Seperti halnya badan dusun dalam lazimnya, penampilannya lugas dengan sederhana. Kaus berlatar putih yang mulai lusuh bersama balutan tenunan sarung menjadi busanakeseharian kakek-kakek 79 musim tadi.

Kesan pribadi berubah kagum momen lirikan cenderung dalam rak di balik pelawat. Ratusan kitabsejak beragam kepatuhan keahlian berderet di atasnya. Termasuk pada antaranya buku ‘Chairul Tandjung, Si Anak Singkong’. Pemandangan itu seolah menggambarkan luasnya cakrawala wawasan si pemilik.

“(Buku-buku) itu aset durasi sedang khotbah. Memang gemar dikte,” tutur Sudirno dilansir sejak detikcom detak ditanya hampiran perpustakaan pribadinya, Sabtu (14/8/2021).

Ketika kata belum berlanjut, dirinya lebih-lebih kamar soal. Kalimat berbau kelakar terus sebagai tambahan perbincangan. Suasana begitu meriang dan encer, bahkan bersama badan yg perdana anyar bengawan dikenalnya.

“Jangan-jangan sobat ke sini bakal membekuk saya. Kan aku sanggup bikin duit,” katanya disusul tawa lepas.

Memang benar. Sudirno artinya satu pada renggangan puluhan bocah bangsa yang berjasa berbobot pembuatan uang rupiah. Profesi yang dijalaninya yaitu pendesain goresan harta daluang. Namanya meski terdokumentasikan pada atas uang pecahan Rp 1.000 bergambar dr Sutomo bersama Rp 10 ribu bergambar RA Kartini. Kedua kepingan harta itu edisi tahun 1980.

Perjalanan bapak lima kanak-kanak itu bermula pada tahun 1965. Kala itu Sudirno bocah apabila merampungkan asuhan di sebuah SMA swasta di Madiun. Lulus sekolah, dirinya berniat melapor nasib ke Jakarta. Rencana itu mulus oleh sumbangan saudara kakaknya yang berstatus anggota Brimob.

Selama pada ibu kota, bayaran Brimob sebagai tempat tinggal sementara. Sebagai pengelana, periode itu dia belum mempunyai kemahiran bertempat tinggal di kota. Pun perkara melamar aktivitas, dia belaka menyandarkan insting lagi keyakinan.

Artikel Menarik Lainnya :  Bagaimana cara mempersiapkan untuk wawancara pekerjaan

“Waktu itu kerjaan aku muter-muter (mencari lowongan) lagi juga bawa-bawa pribadi sebanyak kos,” kenangnya tentang waktu problematis menetap di pengembaraan.

Suatu hari, jenjang kaki membawanya sampai ke daerah Jakarta Selatan. Dilihatnya sebuah konstruksi megah bertuliskan ‘Percetakan Kebayoran’. Tanpa menaruh syak dirinya pribadi mendekati pos proteksi. Bermodal ijazah SMA bersama penjurusan batik, Sudirno menyatakan niat kedatangannyamelamar pekerjaan.

Rezeki benar bukan bakal kemana. Rupanya biro yang kelak menjadi Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) tengah menelusuri tenaga kerja. Saat itu Sudirno menunjukkan karyanya berupa gambaran penjelasan menggunakan pena yang dibuat di bersama-sama plano polos.

“Waktu itu aku menggambar Jenderal Sudirman,” katanya tentang sketsa biasa yang menjadi sebelum pagi buta dia bertindak di perusahaan negeri tadi.

Sebagai pegawai segar, dinas pertamanya adalah bening-bersih ruangan. Namun pada luar itu, dirinya ditugasi mewujudkan arsitektur harta. Sudirno seakan mendapati dunianya yang asli setelah beraksi pada petak tersebut. Kecintaannya pada seni rupa membuatnya menikmati pekerjaan itu sampai pensiun musim 2000.

Di tengah kesibukannya pada Perum Peruri, Sudirno masih meluangkan orang ceramah. Dipilihnya Sekolah Tinggi Grafika Indonesia seperti ruang banda keahlian. Dari badan tinggi yg mampu pada bawah lindungan Universitas Indonesia itu, sira menemui menggondol gelar Insinyur Teknik Grafika.

Memang banyak sudut trip yg terlewatkan sejak ceritanya. Faktor usia membuatnya kesusahan mengingat. Tetapi kehampaan itu terjawab lagi menganalisis jajaran tanda tamat pemahaman yang terpajang pada dinding kamar petandang. Juga saksi berupa gambar Sudirno muda menganakan seragam lalu berdasi.

Kini Sudirno menikmati hari lama pada dusun laman, Dusun Selur, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Pacitan. Tempat nan sepi beserta salam itu menjadi tempatnya berlabuh selesai sempat menelusuri meluap kamar di bumi untuk tugas kerajaan. Seperti Amerika, Rusia, Inggris, serta beberapa kuat negara di Asia dan Afrika.

Artikel Menarik Lainnya :  Freelance di dunia bebas

“Pesan aku jatah generasi kecil, jangan tinggal diam. Tiap sehari semalam sine qua non yang mampu saya lakukanmarga saya,” tutur Sudirno penuh dinamika.(red)

Check Also

Diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja.

Diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja.

Undang-undang negara bagian dan federal Australia menyatakan bahwa diskriminasi yang melanggar hukum terjadi ketika sekelompok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *